AFTER REPORT CASE X: “Potensi Tanaman Kehutanan sebagai Sumber Bahan Baku Biofuel Berkelanjutan”
Bersama Gesha Desy Alisha, S.Pd., M.Sc. (Universitas Mulawarman)
Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) FMIPA UGM, bekerja sama dengan Departemen Kimia FMIPA UGM, kembali melaksanakan program Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) seri ke-10 pada Sabtu, 13 September 2025, melalui platform Zoom Meeting.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Gesha Desy Alisha, S.Pd., M.Sc., dosen Universitas Mulawarman dan alumni Magister Kimia UGM, dengan materi bertema “Potensi Tanaman Kehutanan sebagai Sumber Bahan Baku Biofuel Berkelanjutan”. Topik ini penting dan relevan dengan agenda global terkait transisi energi serta pengembangan sumber energi terbarukan berbasis biomassa.
Rangkaian Kegiatan
CASE X berlangsung secara daring, dan diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa S1–S3, dosen, peneliti, serta umum yang memiliki minat pada kimia material, energi terbarukan, dan bioproses.
Acara dibuka oleh Dwi Atika, S.Si, dilanjutkan sambutan oleh Akhmad Sofyan, S.Si selaku Ketua KMPK 2025, kemudian sesi pemaparan materi oleh narasumber dan diskusi interaktif.
Pokok Materi yang Disampaikan
1. Urgensi Energi Berkelanjutan
Gesha Desy Alisha mengawali pemaparan dengan menjelaskan tantangan global terkait ketergantungan pada bahan bakar fosil dan dampaknya terhadap lingkungan. Pengembangan biofuel berbasis biomassa hutan menjadi solusi penting untuk mendukung dekarbonisasi energi dan ketahanan energi nasional.
2. Potensi Tanaman Kehutanan sebagai Sumber Biofuel
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan kriteria tanaman kehutanan yang memiliki potensi tinggi sebagai sumber biofuel, di antaranya:
-
tingkat lignoselulosa tinggi,
-
ketersediaan biomassa melimpah,
-
tidak bersaing dengan pangan,
-
pertumbuhan cepat dan mudah dibudidayakan.
Beberapa tanaman hutan potensial seperti kayu energi, eucalypt, kaliandra, dan akasia dijadikan contoh kajian, termasuk karakteristik kimianya dan potensi konversinya menjadi biofuel.
3. Proses Konversi Biomassa
Materi berlanjut pada pembahasan proses konversi kimia dan biokimia biomassa menjadi biofuel, antara lain:
-
pirolisis untuk menghasilkan bio-oil,
-
fermentasi untuk bioetanol,
-
gasifikasi untuk syngas,
-
serta integrasi teknologi konversi berbasis katalis.
Narasumber juga menekankan peran teknologi kimia dalam meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan bakar yang dihasilkan.
4. Tantangan dan Peluang Riset
Selain potensi besar, disampaikan pula berbagai tantangan dalam pengembangan biofuel berbasis biomassa hutan, meliputi:
-
optimalisasi proses konversi,
-
ketersediaan teknologi industri,
-
analisis biaya dan kelayakan ekonomi,
-
serta isu keberlanjutan dan dampak ekologi.
Di sisi lain, peluang penelitian terbuka luas bagi akademisi untuk mengeksplorasi formulasi katalis, pemurnian bio-oil, hingga integrasi biofuel dalam sistem energi nasional.
Diskusi Interaktif
Sesi diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, mencakup:
-
mekanisme konversi lignoselulosa menjadi biofuel,
-
perbandingan efisiensi teknologi pirolisis dan gasifikasi,
-
tantangan budidaya tanaman energi,
-
serta potensi kolaborasi riset biofuel antar institusi.
Narasumber memberikan perspektif ilmiah sekaligus pengalaman riset yang relevan, sehingga memperkaya pengetahuan peserta dalam bidang biofuel.
Penutup
Melalui CASE #X, peserta mendapatkan wawasan komprehensif mengenai potensi biomassa hutan untuk pengembangan biofuel berkelanjutan, sekaligus memahami strategi riset terpadu dalam mendukung transisi energi bersih.
KMPK FMIPA UGM berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah inspirasi riset dan mendorong mahasiswa untuk berkontribusi dalam inovasi energi terbarukan di Indonesia.
Terima kasih kepada Gesha Desy Alisha, S.Pd., M.Sc., seluruh peserta, dan panitia atas partisipasi dalam kesuksesan kegiatan ini.