AFTER REPORT CASE #XII
“Chemistry for Sustainability: Smart Materials and Nano Innovation in Environmental Protection”
Bersama Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc. dan M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc.
Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Kimia (KMPK) FMIPA UGM, bekerja sama dengan Departemen Kimia FMIPA UGM, kembali menyelenggarakan program Chemistry Advanced Studies Exploration (CASE) seri ke-12 pada Minggu, 30 November 2025, melalui platform Zoom Meeting.
Pada edisi ini, CASE menghadirkan dua narasumber muda inspiratif yang merupakan alumni Magister Kimia UGM dan kini berkarier sebagai akademisi:
-
Zimon Pereiz, S.Si., M.Sc. (Dosen Universitas Palangka Raya)
-
M. Bakhru Thohir, S.Si., M.Sc. (Dosen Universitas Bojonegoro)
Dengan topik “Chemistry for Sustainability: Smart Materials and Nano Innovation in Environmental Protection”, kegiatan ini mengeksplorasi pengembangan material cerdas dan teknologi nano dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Rangkaian Kegiatan
Acara dibuka oleh Galang Arif Waskito, S.Si dengan sambutan singkat mengenai tujuan kegiatan CASE sebagai forum akademik untuk berbagi pengalaman riset dan pengembangan ilmu kimia maju. Sesi dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KMPK FMIPA UGM 2025, Achmad Sofyan, S.Si dan pemaparan materi oleh kedua narasumber.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa S2 dan S3 Kimia FMIPA UGM, serta peserta umum dengan latar belakang kimia, material, dan teknologi lingkungan.
Pokok Materi yang Disampaikan
1. Smart Materials untuk Perlindungan Lingkungan
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan potensi besar smart materials atau material cerdas yang mampu merespons stimulus eksternal (pH, cahaya, medan magnet) dalam aplikasi lingkungan. Teknologi ini membuka peluang mitigasi polutan dengan efisiensi tinggi, misalnya:
-
material berbasis magnetit (Fe₃O₄) untuk pemisahan cepat,
-
permukaan aktif silika untuk penjerapan polutan,
-
serta modifikasi surfaktan dan gugus fungsi untuk meningkatkan selektivitas adsorpsi.
Salah satu studi kasus yang dipresentasikan adalah pengembangan adsorben magnetik Fe₃O₄/SiO₂-CTAB untuk penanganan ion permanganat dalam limbah cair. Adsorben ini mampu dipisahkan dengan magnet dalam 60 detik, serta menunjukkan kapasitas adsorpsi tinggi pada kondisi optimumMagnetit Silika CTAB (1)
2. Inovasi Nano dalam Teknologi Adsorpsi
Materi selanjutnya mengeksplorasi inovasi nano dalam pengembangan adsorben berpori tinggi seperti metal–organic frameworks (MOFs), khususnya MIL-100(Fe) yang dipadukan dengan struktur magnetik.
Struktur dan sifat unik MOF memungkinkan:
-
luas permukaan sangat tinggi,
-
interaksi kimia spesifik dengan logam berat,
-
kompleksasi terhadap ion logam multivalen,
-
serta adsorpsi selektif terhadap zat warna dan polutan anorganik.
Paparan ini diperkuat oleh review aplikasi MIL-100(Fe)@Fe₃O₄, karbon aktif termodifikasi, dan sistem hybrid magnetik–silika dalam pengolahan limbah logam berat dan zat warna.
Diskusi Interaktif
Sesi diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pertanyaan dari peserta, meliputi:
-
tantangan sintesis adsorben nano skala laboratorium dan industri,
-
perbandingan performa MOF vs karbon aktif vs adsorben magnetik,
-
aspek keberlanjutan penggunaan material nano dalam lingkungan,
-
strategi publikasi ilmiah di bidang smart materials.
Kedua narasumber juga berbagi pengalaman riset serta strategi pengembangan material terapan, mulai dari desain sintesis, karakterisasi, hingga uji performa adsorpsi.
Penutup
Melalui CASE #XII, peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai potensi smart materials dan teknologi nano dalam penyelesaian permasalahan lingkungan melalui pendekatan kimia maju. Topik ini tidak hanya memperkenalkan teknologi mutakhir, namun juga menekankan pentingnya riset yang berorientasi pada keberlanjutan energi, pengolahan limbah, dan perlindungan ekosistem.
KMPK FMIPA UGM mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diharapkan kegiatan CASE berikutnya dapat terus menjadi ruang inspirasi bagi mahasiswa dalam memajukan riset kimia di Indonesia.