**AFTER REPORT
Hokkaido University Learning Satellite 2025
Universitas Gadjah Mada – Hokkaido University
10–14 November 2025**
Program Hokkaido University Learning Satellite 2025 telah sukses diselenggarakan pada tanggal 10–14 November 2025 di Departemen Kimia, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada, dengan melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dari UGM serta delegasi dari Hokkaido University, Jepang. Kegiatan ini memperkuat kolaborasi akademik internasional dalam bidang kimia lingkungan, kualitas air, polutan emerging, serta teknologi pemurnian air berbasis katalisis dan adsorpsi.
Tahun ini, Learning Satellite diikuti oleh tiga profesor dan tiga peneliti dari Hokkaido University, yaitu:
- Prof. Tatsufumi Okino
- Prof. Yuichi Kamiya
- Dr. Liu Tong
Serta enam mahasiswa Magister dan Doktoral dari Hokkaido University:
- Chiharu Shimizu (Japan)
- Anjana Kerketta (India)
- Nanaki Ishida (Japan)
- Riku Kawahashi (Japan)
- Nadine Osei-Essah (Ghana)
- Saefulloh (Bandung, Indonesia)
Dari pihak Indonesia, kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa dari Program S1 IUP, Magister, dan Doktor Kimia FMIPA UGM. Peserta dibagi menjadi empat kelompok kolaboratif sebagai berikut:
Kelompok 1
Wisnu Murti Pratama, Aufa Vib Mitsalina, Rima Fadlillah Umi Kalsum Fadhel, Chiharu Shimizu, Anjana Kerketta
Kelompok 2 (Sensa Shokubai)
M. Iqbal Rifqi Zulhilmi, Wini Nafisyah, Adinda Dwi Ayu, Melly Wulantika Rahman, Nanaki Ishida
Kelompok 3
Anis Khotimah, Nindhita Rosiana, Jonathan Aaron Gunawan, Fuadatus Sholihah, Riku Kawahashi
Kelompok 4
Nur Afni Alvionita, Annisa Zalfa Al Ikhwan, Karina Wahyu Ayu Novitasari, Saefulloh, Nadine Osei-Essah
Rangkaian Kegiatan (Hari 1–5)
Hari 1 — Pembukaan, Kuliah Dasar dan Pengantar Isu Lingkungan
Kegiatan dimulai dengan Opening Ceremony yang dipimpin oleh Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto (Dekan FMIPA UGM) dan Prof. Mudasir (Chairman Program). Keduanya menegaskan pentingnya jejaring akademik Indonesia–Jepang dalam bidang kimia lingkungan.
Kuliah pertama disampaikan oleh Prof. Yuichi Kamiya mengenai “Basics of Adsorbents”, mencakup prinsip adsorpsi, struktur material berpori, isoterm adsorpsi, dan parameter karakterisasi. Sesi ini memberikan dasar bagi praktik laboratorium selanjutnya.
Selanjutnya, Prof. Roto menguraikan isu lingkungan lokal, khususnya kondisi Sungai Code dan dampak aktivitas industri di Yogyakarta. Sesi penutup hari pertama berupa diskusi interaktif bersama para profesor dari Hokkaido University mengenai isu global perairan dan emerging pollutants.
Hari 2 — Materi Teoritis Mendalam & Persiapan Praktikum Lapangan
Hari kedua diisi dengan kuliah lanjutan:
- Prof. Tatsufumi Okino & Prof. Noro menyampaikan kuliah mengenai material berpori maju untuk remediasi lingkungan, khususnya MOF, zeolit, dan karbon berstruktur tinggi.
- Dr. Liu Tong memberikan kuliah penting tentang PFAS, mencakup sumber, sifat persistennya, dampak kesehatan, dan strategi mitigasi terbaru.
- Prof. Tatsufumi Okino membahas permasalahan lingkungan air tawar global, termasuk eutrofikasi dan kontaminan industri.
- Prof. Endang Tri Wahyuni menyampaikan kuliah komprehensif mengenai analisis kualitas air, parameter fisika-kimia, teknik sampling, dan metode STORET serta Water Quality Index (WQI).
- Prof. Suherman memberikan gambaran isu lingkungan di Indonesia, regulasi Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, serta tantangan penanganan polusi air.
Sebagai persiapan field work, Prof. Yuichi Kamiya melatih peserta menggunakan pack test, membaca perubahan warna, dan melakukan preparasi sampling sesuai SOP.
Hari 3 — Field Work di Sungai Code & Area Industri + Sesi Lab Awal
Hari ketiga merupakan kegiatan lapangan utama. Di bawah bimbingan Prof. Yuichi Kamiya dan Dr. Liu Tong, peserta terjun langsung ke Sungai Code dan Sungai Gajah Wong untuk melakukan:
- Pengukuran pH, suhu, dan konduktivitas
- Pack test (NH₃, NO₃⁻, NO₂⁻, Fe, COD, General Bacteria, E.coli dan lainnya)
- Observasi sumber pencemar dari permukiman
- Pengambilan sampel pada titik hulu–tengah–hilir meliputi
- Sungai Gajah Wong 3 titik
- Waste Water Treatment (Mujamuju Park)
- Near Leather Tanning Factory
- Downstream (Near Pratama Hospital)
- Sungai Code 2 titik
- Middlestream (Teknik UGM Bridge)
- Upstream (Near Water Spring)
Pada sesi sore, peserta melakukan pre-treatment sampel seperti filtrasi, pengukuran awal, dan persiapan analisis lanjutan. Hari ditutup dengan kegiatan budaya di Malioboro bersama peserta internasional.
Hari 4 — Praktikum Laboratorium Intensif, Analisis Data & Kuliah Lanjutan
Hari keempat difokuskan pada eksperimen laboratorium di UGM. Peserta melakukan:
- Analisis logam berat menggunakan AAS, meliputi Cr total pada sampel Sungai Code dan Sungai Gajah Wong.
- Analisis data kualitas air berdasarkan metode STORET dan Water Quality Index (WQI) sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 22 tahun 2021.
Di sela kegiatan lab, Prof. Yuichi Kamiya memberikan kuliah lanjutan mengenai “Water Purification by Catalysis”, membahas katalis logam transisi, mekanisme reaksi, dan desain katalis skala atom untuk pemurnian air.
Pada sore hari, Dr. Liu Tong membimbing peserta menyiapkan presentasi kelompok berdasarkan hasil lapangan dan laboratorium. Hari keempat diakhiri dengan Joint Dinner antara mahasiswa UGM dan Hokkaido University.
Hari 5 — Presentasi Mahasiswa, Evaluasi, dan Penutupan
Pada hari terakhir, seluruh kelompok mematangkan analisis dan menyajikan hasil penelitian dalam sesi Student Presentation yang dipandu oleh Dr. Liu Tong. Presentasi meliputi:
- Data lapangan Sungai Code & industri
- Hasil uji AAS untuk logam berat (Cr Total)
- Penilaian kualitas air (STORET & WQI)
- Evaluasi efektivitas metode pengolahan air
- Kesimpulan dan rekomendasi lingkungan
Panel yang terdiri dari Prof. Okino, Prof. Kamiya, Prof. Mudasir, Prof. Suherman, dan dosen lainnya memberikan evaluasi, diskusi, dan masukan konstruktif.
Acara dilanjutkan dengan pembagian penghargaan (Achievement Awards) dan sertifikat, kemudian ditutup secara resmi oleh Prof. Tatsufumi Okino. Seluruh peserta dan dosen melakukan sesi foto bersama sebagai penutup kegiatan.
Penutup
Program Hokkaido University Learning Satellite 2025 berhasil memberikan pengalaman akademik dan budaya yang komprehensif bagi mahasiswa UGM dan Hokkaido University. Dengan kombinasi kuliah ilmiah, riset lapangan, eksperimen laboratorium, pengolahan data, dan kerja tim internasional, program ini memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mempererat kemitraan ilmiah Indonesia–Jepang.
Program ini diharapkan menjadi dasar bagi kolaborasi riset lanjutan, pertukaran mahasiswa, serta peningkatan kualitas pendidikan kimia lingkungan di masa depan.