AFTER REPORT RSC SUSTAINABLE LABORATORIES GRANT “Integrating Green Chemistry into Graduate Research Project”
Bersama Prof. Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S., Prof. Dr. rer. nat. Karna Wijaya, M.Eng., Prof. Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D.
Departemen Kimia FMIPA UGM, dengan dukungan dari Royal Society of Chemistry (RSC), telah sukses menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Integrating Green Chemistry into Graduate Research Project”. Kegiatan yang berfokus pada hibah Sustainable Laboratories ini dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 9 Mei 2026, bertempat di Auditorium Herman Johannes, Lantai 7 FMIPA UGM.
Acara ini secara khusus ditujukan bagi mahasiswa Magister Kimia angkatan 2024 dan 2025, dengan tujuan utama mengintegrasikan prinsip-prinsip kimia hijau (green chemistry) ke dalam proyek penelitian tesis mahasiswa, sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem laboratorium yang lebih berkelanjutan.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB ini diawali dengan khidmat melalui penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Sesi selanjutnya adalah penyambutan (Welcoming Remarks) oleh Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D. selaku Organizing Committee Chairperson. Dalam sambutannya, beliau memberikan pengantar mengenai proyek keberlanjutan RSC (RSC Sustainability Project), menyoroti urgensi pengelolaan limbah laboratorium dan penerapan riset yang lebih ramah lingkungan di tingkat pascasarjana.
Sambutan kedua mewakili Ketua Departemen Kimia UGM yang berhalangan hadir, disampaikan oleh Bapak Akhmad Sofyan selaku Bendahara RSC. Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi inti dari empat Guru Besar Departemen Kimia UGM yang mewakili masing-masing Kelompok Bidang Keahlian (KBK).
Pokok Materi yang Disampaikan
- Green Chemistry dalam Sintesis Organik (Prof. Dra. Tutik Dwi Wahyuningsih, M.Si., Ph.D.) Pada sesi pertama, pemaparan difokuskan pada implementasi green chemistry di bidang kimia organik. Prof. Tutik Dwi Wahyuningsih memaparkan strategi desain sintesis organik yang lebih efisien. Materi difokuskan pada peningkatan Atom Economy dan penggunaan pelarut alternatif yang aman. Beliau menyoroti metode Green Synthesis seperti teknik bebas pelarut (solvent-free) menggunakan metode penggerusan (grinding), serta pemanfaatan energi aktivasi non-konvensional melalui iradiasi gelombang mikro (microwave) dan ultrasonikasi guna memangkas waktu reaksi dan meminimalisir produk samping.
- Pendekatan Green Analytical Chemistry (Prof. Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S.) Sesi kedua membahas transformasi metode analitik konvensional menuju analitik hijau. Prof. Dr. Endang Tri Wahyuni, M.S., mengulas mengenai urgensi meminimalisir dampak lingkungan dari prosedur analitik. Materi spesifik yang disampaikan meliputi teknik miniaturisasi sampel dan penggantian reagen berbahaya dengan pelarut biogenik. Beliau menekankan bahwa dalam Kimia Analitik Hijau, penanganan limbah harus dilakukan sejak dalam tahap perancangan metode (preventive at source) melalui otomatisasi dan sensor analitik yang meminimalisir konsumsi bahan kimia secara masif.
- Material Berkelanjutan dalam Kimia Anorganik (Prof. Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D.) Sesi ketiga, Prof. Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D., membawa perspektif Kimia Anorganik dengan mengeksplorasi pengembangan material fungsional berkelanjutan. Beliau membedah sintesis nanomaterial menggunakan jalur akuatik (aqueous-based synthesis) untuk menghindari pelarut organik toksik. Fokus riset diarahkan pada penciptaan material cerdas yang mampu mendukung remediasi lingkungan, seperti fotokatalis yang memanfaatkan energi matahari secara optimal.
- Efisiensi Energi dan Katalisis Heterogen (Prof. Dr. rer. nat. Karna Wijaya, M.Eng.) Sebagai penutup sesi materi, Prof. Dr. rer. nat. Karna Wijaya, M.Eng., memaparkan tinjauan Kimia Fisik mengenai optimasi proses kimia industri dan laboratorium. Beliau menjelaskan peran vital katalis heterogen (seperti zeolit dan lempung terpilar) dalam menurunkan energi aktivasi reaksi. Penggunaan katalis yang dapat digunakan kembali (reusable) dan memiliki selektivitas tinggi menjadi kunci dalam mengurangi limbah serta konsumsi energi pada proses-proses sintesis kimia skala besar.
Diskusi Interaktif
Sesi diskusi pada acara ini berjalan dengan sangat dinamis dan antusias. Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, sesi tanya jawab dibuka untuk setiap pemateri. Masing-masing profesor menjawab tiga pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait kendala teknis penerapan green chemistry dalam riset spesifik mereka. Menariknya, sebagai bentuk dukungan langsung terhadap kampanye sustainability dan pengurangan sampah plastik, setiap mahasiswa yang berani bertanya dan berdiskusi diberikan apresiasi berupa hadiah tumbler eksklusif.
Penutup
Melalui lokakarya RSC Sustainable Laboratories Grant ini, diharapkan para mahasiswa Magister Kimia UGM dapat segera mengadaptasi dan menerapkan metode-metode green chemistry dalam rancangan tesis mereka. Acara ditutup dengan penuh kehangatan melalui sesi foto bersama antara narasumber, panitia, dan seluruh peserta.
KMPK FMIPA UGM mengucapkan terima kasih kepada Royal Society of Chemistry, Departemen Kimia UGM, para narasumber inspiratif, serta seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi aktif. Mari bersama-sama mewujudkan riset kimia yang inovatif dan ramah bagi bumi!