Kegiatan CASE VII: Perspektif dalam Kimia Komputasi: Sinergi antara Teori dan Aplikasi telah sukses diselenggarakan dan menghadirkan dua narasumber pakar yang memberikan wawasan mendalam mengenai perkembangan dan penerapan kimia komputasi dalam riset modern. Sesi ini menjadi ruang inspiratif bagi mahasiswa dan peneliti untuk memahami bagaimana pendekatan teoritis dan simulasi numerik dapat terintegrasi secara efektif dalam pemecahan masalah kimia nyata.
Pembicara pertama, Dr.rer.nat. Niko Prasetio, S.Si., M.Sc. (Dosen Kimia Fisika UGM), menyampaikan materi bertajuk “Simulasi Molekuler dalam Kimia Komputasi: Menjelajahi Struktur, Stabilitas, dan Interaksi Molekul.” Beliau mengulas peran penting metode simulasi molekuler mulai dari mekanika molekul, dinamika molekul, hingga perhitungan energi kuantum dalam memprediksi sifat-sifat struktural dan kestabilan suatu sistem kimia. Peserta memperoleh wawasan tentang bagaimana simulasi dapat membantu memahami interaksi antarmolekul, memvalidasi data eksperimen, serta memetakan mekanisme reaksi pada tingkat atomik.
Pembicara kedua, Prof. Dr. rer.nat. Harno Dwi Pranowo, M.S. (Dosen Kimia Organik UGM), menyampaikan topik “Menjelajahi Dunia Molekul: QSAR dan Docking dalam Desain Senyawa Fungsional.” Beliau menekankan pentingnya pendekatan kuantitatif dalam struktur–aktivitas (QSAR) dan pemodelan interaksi molekul melalui molecular docking untuk merancang senyawa dengan aktivitas optimum. Melalui berbagai contoh riset organik dan kimia medis, beliau menunjukkan bagaimana pendekatan komputasi dapat mempercepat penemuan senyawa baru, memprediksi aktivitas biologis, dan mendukung desain material fungsional.
Kedua sesi menghadirkan diskusi yang dinamis dan interaktif, memperlihatkan bagaimana sinergi antara teori komputasi dan validasi eksperimental menjadi fondasi penting dalam riset kimia modern. Para peserta mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan terbaru kimia komputasi serta peluang penerapannya dalam berbagai bidang, mulai dari kimia fisik, kimia organik, material maju, hingga desain obat.
Secara keseluruhan, kegiatan CASE VII memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai pendekatan teoretis dan komputasional sebagai alat analisis dan prediksi yang mendukung kemajuan ilmu kimia. Diharapkan pengetahuan dan inspirasi dari kegiatan ini dapat mendorong munculnya riset-riset inovatif dan kolaboratif di masa mendatang.